Obkesindo – Kopi dan teh hijau sama-sama dikenal sebagai minuman rendah kalori yang kerap dipilih saat menjalani program penurunan berat badan. Selain mudah ditemukan, keduanya juga telah banyak diteliti karena diyakini mampu membantu proses pembakaran lemak dan meningkatkan metabolisme tubuh.
Namun, jika harus memilih salah satu, apakah kopi atau teh hijau lebih efektif untuk membantu menurunkan berat badan?
Menurut ahli gizi terdaftar Johannah Katz, M.A., RD, kedua minuman tersebut memiliki manfaat masing-masing. Meski bukan solusi instan untuk diet, kopi maupun teh hijau dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat apabila dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Kopi Dinilai Sedikit Lebih Unggul untuk Diet
Melansir Eating Well, manfaat kopi dalam mendukung penurunan berat badan terutama berasal dari kandungan kafein yang mampu meningkatkan metabolisme dan membantu tubuh membakar lebih banyak energi.
Selain kafein, kopi juga mengandung asam klorogenat, yaitu senyawa polifenol yang berperan dalam mengatur kadar gula darah sekaligus mendukung proses metabolisme.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkafein berkaitan dengan penurunan:
- Berat badan
- Indeks Massa Tubuh (BMI)
- Persentase lemak tubuh
- Lemak visceral atau lemak di sekitar organ dalam
Kafein bekerja melalui berbagai mekanisme, mulai dari meningkatkan pengeluaran energi hingga membantu menghambat pembentukan sel-sel lemak baru.
Salah satu studi juga menemukan bahwa peningkatan konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar satu hingga tujuh cangkir per minggu, berhubungan dengan penurunan lemak tubuh secara keseluruhan. Namun, mengonsumsi kopi dalam jumlah lebih banyak tidak memberikan manfaat tambahan yang berarti.
Sebaliknya, penelitian tidak menemukan efek serupa pada kopi tanpa kafein. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan kafein menjadi faktor utama yang berperan dalam manfaat kopi terhadap pengelolaan berat badan.
Hindari Menambahkan Gula Berlebihan
Ahli gizi Rachael Ajmera, M.S., RD, mengingatkan bahwa manfaat kopi dapat berkurang apabila disajikan dengan tambahan gula, sirup, krimer, atau bahan tinggi kalori lainnya.
Menurutnya, kopi hitam tanpa gula merupakan pilihan terbaik karena rendah kalori dan tidak mengganggu tujuan program penurunan berat badan.
Teh Hijau Membantu Pembakaran Lemak
Tak kalah populer, teh hijau juga memiliki berbagai senyawa aktif yang mendukung metabolisme tubuh.
Johannah Katz menjelaskan bahwa teh hijau mengandung katekin, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG), yang bekerja bersama kafein untuk meningkatkan pembakaran lemak dan pengeluaran energi.
Berbagai penelitian menunjukkan teh hijau dapat membantu mengelola berat badan melalui beberapa mekanisme, antara lain:
- Mengurangi nafsu makan.
- Menghambat penyerapan lemak di saluran pencernaan.
- Meningkatkan pembakaran kalori.
- Mendorong perubahan lemak putih menjadi lemak cokelat (brown fat), yaitu jaringan lemak yang lebih aktif membakar energi.
Meski demikian, manfaat tersebut umumnya baru terlihat apabila teh hijau dikonsumsi secara rutin.
Dalam sejumlah penelitian, peserta mengonsumsi sekitar tiga hingga empat cangkir teh hijau tanpa gula setiap hari selama sedikitnya delapan minggu sebelum memperoleh hasil yang signifikan.
Minuman Sehat Pengganti Minuman Manis
Selain membantu metabolisme, teh hijau juga menjadi pilihan yang baik untuk menggantikan minuman tinggi gula seperti soda atau minuman kemasan.
Dengan mengganti minuman manis menggunakan teh hijau tanpa gula, seseorang dapat mengurangi asupan kalori harian tanpa harus menjalani pembatasan diet yang terlalu ketat.
Mana yang Lebih Efektif?
Jika dibandingkan secara langsung, para ahli menilai kopi hitam tanpa gula sedikit lebih unggul dibandingkan teh hijau dalam membantu program penurunan berat badan.
Hal tersebut terutama karena kandungan kafein pada kopi umumnya lebih tinggi, sehingga efeknya terhadap pembakaran energi dan metabolisme lebih besar.
Meski demikian, perbedaannya tidak terlalu jauh. Baik kopi maupun teh hijau tetap dapat menjadi pilihan sehat selama dikonsumsi tanpa tambahan gula, sirup, atau krimer tinggi kalori.
Para ahli juga menegaskan bahwa kedua minuman tersebut bukanlah solusi ajaib untuk menurunkan berat badan. Hasil terbaik hanya dapat diperoleh apabila konsumsi kopi atau teh hijau dibarengi dengan pola makan bergizi seimbang, olahraga rutin, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres.
Dengan kata lain, kopi maupun teh hijau hanyalah pelengkap dalam gaya hidup sehat, bukan pengganti kebiasaan hidup yang baik.

